Gubernur Rudy Apresiasi Target Kutim Cetak 20 Ribu Hektare Sawah
POSKOTAKALTIMNEWS, BALIKPAPAN : Gubernur Kalimantan Timur Dr H Rudy Mas’ud mengapresiasi dan mendukung komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dalam mewujudkan kemandirian pangan, khususnya swasembada beras di Benua Etam.
Dukungan tersebut disampaikan Gubernur Rudy saat berdiskusi dengan Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman di Harum Resort Balikpapan, Senin (24/8/2026).
Dalam kesempatan itu, Gubernur Rudy menanyakan luas lahan sawah yang dimiliki Kabupaten Kutim kepada Bupati Ardiansyah."Berapa lahan sawah kita di Kutim, Pak Bupati?” tanya Gubernur Rudy.
“Target 20 ribu, Pak Gubernur,” jawab Bupati Ardiansyah penuh semangat.
Rudy pun menyambut positif target tersebut. Menurutnya, apabila target tersebut dapat diwujudkan dan diikuti oleh kabupaten/kota lainnya, Kaltim akan semakin dekat dengan cita-cita swasembada beras.
“Wah luar biasa, Pak Bupati. Kalau ini terwujud, ditambah kabupaten lain, saya yakin kita benar-benar swasembada beras,” ungkap Rudy.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menegaskan, Pemkab Kutim memiliki komitmen kuat untuk membuka lahan sawah baru sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian dan ketahanan pangan Kaltim.
Dalam lima tahun ke depan, Pemkab Kutim menargetkan pencetakan lahan padi dan sawah hingga mencapai 20.000 hektare (ha). Program tersebut diarahkan untuk memanfaatkan lahan-lahan tidur atau lahan yang belum tergarap secara maksimal sehingga dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani lokal.
“Total kawasan sawah aktif di Kutim saat ini sekitar 2.600 hektare,” sebut Ardiansyah.
Pemkab Kutim, lanjutnya,
terus berupaya memperluas kawasan persawahan untuk mencapai target ideal
sebagai lumbung pangan sebesar 10.000 ha. Perluasan tersebut diharapkan mampu
memenuhi kebutuhan beras lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Salah satu realisasi program tersebut adalah keberhasilan pencetakan sawah rakyat seluas sekitar 553 hingga 600 ha yang berada di Kecamatan Long Mesangat dan Bengalon.
“Sebagian besar kawasan sawah produktif kami saat ini di Kecamatan Kaliorang, Bengalon, Kaubun, dan Long Mesangat,” jelasnya.
Gubernur Rudy meminta Bupati Kutim dan seluruh jajaran Pemkab Kutim memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari kelompok tani, TNI-Polri hingga sektor swasta, sehingga program pencetakan sawah baru dapat berjalan optimal.
Menurut Rudy, sektor pertanian harus dipersiapkan sebagai salah satu fondasi ekonomi Kaltim di masa depan. Ketergantungan terhadap sumber daya alam yang tidak terbarukan, seperti batu bara dan minyak dan gas (migas), dinilai tidak cukup untuk menjamin kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.
“Pertanian ini masa depan kita, Pak Bupati. Saya tidak terlalu yakin dengan sumber daya alam, batubara dan migas yang dikelola selama ini. Dampaknya juga tidak signifikan bagi masyarakat,” tegasnya.
Selain menjadi kawasan
produksi pangan, Gubernur Rudy juga melihat hamparan persawahan memiliki
potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata alam.
Menurutnya, kawasan
persawahan dengan pemandangan alam yang menarik dapat menjadi daya tarik wisata
sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
“Sawah ini wisata mewah,
Pak Bupati. Wisata mepet sawah,” canda Gubernur Rudy. (mar)